Jumat, 29 Januari 2016

BADA TALANGGA

Di Pulau Panjang Air Bangis Pasaman Barat, salah satu tradisi menangkap ikan teri adalah dengan istilah “bada talangga”. Bada artinya ikan teri dan talangga artinya berjalan pakai boat disisi karang sampai menabrak kawanan ikan teri.

Peralatan yang diperlukan dalam bada talangga adalah;

1 unit boat

1 set genset 5 kw

10 bohlam masing-masing 200 watt

1 buah tonggak lampu dan kabel

3 buah tangguk/serok dan beberapa liter minyak solar

Minimal 3 orang ABK.

Berangkat dari Pulau Panjang sekitar jam 18:00 Wib menuju pulau-pulau disekitar Pulau Panjang, yakni Pulau Tamiang, Pulau Pigago, Pulau Pangkal dan Pulau telor. Tergantung pulau mana yang terdapat ikan teri pada malam sebelumnya.

Jam 18:30 wib lampu mulai dihidupkan, dan boat mulai jalan menuyusuri pinggir karang atau sekitar 20 meter dari hempasan ombak. Apabila ada ‘pantingan’ atau ikan teri yang melompat ke permukaan, maka laju boat diperlambat bahkan adakalanya mesin boat dimatikan. Boat diarahkan ketempat yang dangkal dan biasanya sampai berdekatan sekali dengan ombak yang menggulung. Ikan teri yang ada dibawah cahaya lampu akan naik kepermukaan bila sampai ketempat yang dangkal dan nelayan mulai mengambil ikan-ikan teri tersebut dengan serok dan menaikkan kedalam boat.

Harga ikan teri terus berfariasi sesuai harga pasar, dan harga terakhir januari 2016 Rp.15.000/kg. Nelayan biasanya tidak harus membawa ikan teri nya ke Air Bangis, cukup dijual di dermaga Pulau Panjang.

Adapun cara-cara pembagian hasil adalah:

Dikeluarkan biaya perbekalan seperti beli bohlam dan BBM,

Dikeluarkan 5% untuk masjid Syuhada Pulau Panjang, dan ini adalah kearifan lokal yang masih dipertahankan sampai saat ini yaitu “lon bada’ atau sedekah wajib untuk pembangunan masjid.

Hasil bersih dibagi 3: 1/3 untuk yang punya boat dan 2/3 untuk ABK.

Itulah sekilas tentang Bada Talangga Pulau Panjang, semoga bermanfaat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar