Minggu, 21 Februari 2016

SENI BUDAYA LANGKA

Di Pulau Panjang Pasaman Barat ada kesenian daerah yang masih bisa dijumpai ditempat-tempat pesta perkawinan, antara lain:
1. Dendang
2. Tari Payuang, Tari Bungkuih, Tari Salendang, Tari Barampek, dll.
Dendang adalah pantun yang dinyanyikan diiringi dengan gendang dan biola. Menurut jenis dan judul, dendang memiliki beberapa varian yang umum diperdengarkan di Pulau Panjang dan Air Bangis pada umumnya. Misalnya; siKambang Baulang, siKambang Cari, Sagu Jao, Pulau Pinang, Indang Sibolga, Sarunai Aceh, Perak-perak dll. Biasanya, setelah acara akad nikah, dirumah penganten wanita akan di adakan acara "badendang" ini sampai tengah malam. Kemudian anggota group dendang dan pasumandan (ibuk-ibuk pengiring penganten) pergi menjemput marapulai (penganten pria) dengan iringan dendang Indang Sibolga. Sesampai dirumah anak daro (penganten wanita) keduanya dipersandingkan dan diikuti acara siraman dengan dendang Sarunai Aceh dan Perak-perak.
Satu malam sebelum akad nikah, biasanya acara pesta dimeriahkan dengan tari-tarian seperti; Tari Payuang, Tari Salendang, Tari Bungkuih dan Tari Barampek dll. Tari-tarian tersebut juga diiringi dengan dendang yang khusus seperti; Kababa, Kaparinyo dll.
Namun, saat ini di Pulau Panjang kesenian tersebut sudah menjadi barang langka, khususnya tari-tarian. Tidak ada lagi generasi muda yang menguasai, sementara yang tua-tua tidak banyak lagi yang fasih memainkannya.
Kedepan, diharapkan peran serta Dinas Pariwisata Pasaman Barat untuk ikut membina dan melestarikan kesenian tersebut. Sehingga, seni budaya yang notabene adalah kekayaan Pasaman Barat bisa terus eksis dan tidak tenggelam dibalik hingar bingar musik house dan Dj nya orgen tunggal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar